MENU

Comments (0) Articles, Lain-Lain, Politik

The Other Side Of My Leader

30 tahun hidup sebagai WNI, seingat saya baru 1x saya mengikuti pemilu di negeri tercinta ini dengan suasana yang berbeda. Menyimak, menimbang dan memilih dengan kesungguhan hati. Ikut senang dan bahagia ketika hasil pilihan saya pada waktu itu terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Mengetahui dan mengenal adalah dua hal yang sangat jauh berbeda. Meskipun tau dan hafal siapa nama pemimpin saya di negara ini, tapi baru sekali ini saya merasa “mengenal” Beliau secara hati ke hati, lewat tulisan tangannya. Ya, dengan Ilmu Grafologi memang semua orang bisa punya kesempatan untuk mengenal (bukan mengetahui) karakter manusia melalui tulisan tangannya.

Sudah cukup bosan dan monoton saya mencerna semua berita yang (hampir) semua isinya melihat pemimpin kita (yang Anda & saya pilih) ini dari sisi negatifnya. Jenuh. Lagipula…

Nobody is perfect. If we wanna have a perfect leader, let’s choose nobody!

Terimakasih Pak SBY karena Anda sudah memikirkan dengan sepenuh hati kesejahteraan rakyat Indonesia terlepas dari apapun keputusan yang telah dihasilkan, saya yakin seperti hal-nya para pemilik tulisan tangan dengan kemiringan tulisan ke kanan, selain Anda memiliki dorongan untuk membawa bangsa Indonesia ini selalu selangkah lebih maju, hati Anda juga berbicara sangat kuat sekali jika berkaitan dengan kehidupan orang lain. Tidak hanya memikirkan keseluruhan kehidupan rakyat Indonesia dengan sepenuh hati, Anda juga memikirkan jauh ke depan akan di bawa ke mana kah kami ini demi masa depan yang lebih baik.

Terimakasih Pak SBY karena Anda berusaha untuk selalu menjaga kejujuran baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bersungguh-sungguh terhadap apa yang sudah Anda katakan dan mengupayakan agar kami semua mendapat pengertian yang benar terhadap maksud & tujuan dari tindakan Anda. Terlepas dari respon pro & kontra yang pernah ada, melalui analisa tulisan tangan ini saya jadi lebih mengerti dan mengapresiasi sepenuhnya kebebasan Bapak untuk mengekspresikan diri, baik lewat surat terbuka ataupun medium lainnya sebagai upaya komunikasi Bapak kepada kami. Komunikasi normal antara pemimpin dengan rakyatnya.

Terimakasih Pak SBY atas segala pemikiran Anda agar bangsa Indonesia ini mendapatkan yang terbaik dalam segala hal sehingga Anda tidak bersikap gegabah dan menimbang dengan seksama atas segala keputusan yang akan Anda buat. Saya bangga melihat kedisiplinan dan konsistensi Bapak dalam menghadapi segala bentuk tekanan yang ada meskipun hal tersebut berpotensi melukai diri Anda secara pribadi, namun dengan sepenuh hati Anda akan mendorong diri Anda sendiri agar senantiasa tetap maju dan tidak mengijinkan tekanan tersebut menurunkan kinerja Anda.

Terimakasih Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, pemimpin saya.

Warm Regards,
Deborah Dewi
Warga Negara Indonesia

PS : Analisa diatas saya buat dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar analisa tulisan tangan dan dibuat tanpa prasangka buruk serta diskriminasi. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat pernyataan yang kurang berkenan dan tulisan di atas murni terlahir dari kerinduan saya yang mendalam untuk berbagi kepada khalayak umum mengenai sebuah kacamata baru dalam kehidupan khususnya yang berkenaan dengan pengenalan antar sesama manusia secara objektif. Sebuah berkah bagi saya ketika Tuhan memberi saya kesempatan untuk “melihat” tulisan tangan salah satu pemimpin besar di bangsa ini, pemimpin yang saya pilih dan hormati dengan sepenuh hati.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *