MENU

Comments (0) Alteration

Bisakah Tulisan Tangan Dipalsukan?

Akil Mochtar

Bisakah sebuah tulisan tangan dipalsukan?

Perhatikan tulisan tangan Anda dan tulisan tangan orang-orang di sekeliling Anda. Meskipun pada waktu dulu kecil kita semua belajar menulis dengan cara yang sama, namun sekarang mengapa semua tulisan tangan tiap orang berbeda?

Screen Shot 2013-10-07 at 8.04.45 PM

Dari bedah prosedur neuropsychology ditemukan bahwa tulisan tangan adalah sebuah alat ukur yang bisa menunjukkan kaitan kompleks antara otak dan pikiran manusia. Otak setiap manusia tidak sama, maka tulisan tangan praktis akan memberikan informasi yang berbeda-beda pula pada setiap orang. Inilah sebabnya mengapa …

hampir mustahil sebuah dokumen tulisan tangan bisa dipalsukan secara sempurna.

Flowchart of The Brain

Terdapat 5 tingkatan otak manusia yang terlibat dalam pembuatan sebuah tulisan tangan seperti yang dapat Anda lihat pada skema di atas dan melibatkan otak bagian : (1) cerebral cortex; (2) thalamus, hypothalamus dan limbic system; (3) basal ganglia dan brainstem; (4) cerebellum; (5) syaraf tulang belakang

Jika salah satu bagian tersebut terluka (mis : stroke atau penyakit lainnya), hal tersebut pasti mempengaruhi kendali saraf motorik dan akan terlihat juga dalam tulisan tangan Anda. Sehingga menurunnya kondisi kesehatan seseorang secara drastis juga dapat mempengaruhi kualitas tulisan tangannya.

Apa yang terjadi jika sebuah tulisan tangan dipalsukan?

Tulisan tangan Anda dihasilkan oleh otak sadar dan otak bawah sadar sekaligus. Pernyataan apa yang akan Anda tulis dihasilkan oleh otak sadar, sedangkan bagaimana bentuk tulisan tangan dibuat merupakan hasil dari goresan otak bawah sadar Anda.

Ketika sebuah tulisan tangan dipalsukan, otomatis goresan-goresan yang dihasilkan oleh otak bawah sadar dari si pemilik tulisan tangan asli mustahil bisa ditiru oleh si pemalsu. Amati gambar di bawah ini :

Screen Shot 2013-09-22 at 4.57.56 PM

Dalam contoh sampel tulisan tangan di atas terdapat salah 1 pola yang dihasilkan oleh otak bawah sadar dari penulisnya, yaitu cara penulisan tangkai huruf “g” yang unik : dari bawah ke atas (seperti pada Figur B)

Normalnya, peniru akan membuat pola seperti dalam Figur A. Seandainya sadar pun, mustahil peniru bisa membuat pola dalam Figur B secara spontan ketika sedang dalam proses menulis uraian panjang.

Penjelasan di atas hanyalah satu dari ribuan tolak ukur yang bisa dilakukan ketika membedah keaslian sebuah tulisan tangan. Di sinilah selain jam terbang, dibutuhkan juga kejelian kombinasi makro & mikro analisa ketika menelaah keaslian sebuah dokumen tulisan tangan.

Perasaan tertekan atau kalut karena berbohong ketika membuat sebuah pernyataan tertulis pasti mempengaruhi ritme tulisan tangan yang bersangkutan dan menimbulkan kejanggalan. Mengapa demikian?

Karena ada peran limbic system; salah satu bagian otak manusia yang berfungsi mengatur perubahan emosi manusia; dalam proses menghasilkan sebuah tulisan tangan.

Perubahan yang terjadi dalam limbic system tercermin juga dalam tulisan tangan kita. Sehingga perasaan sedih, senang hingga stress semuanya tercermin dalam tulisan tangan dan bisa diukur secara jelas.

Screen Shot 2013-10-07 at 8.38.21 PM

The limbic system (or pale mammalian brain) is a complex set of brain structures that lies on both sides of the thalamus right under the cerebrum.[1]. It supports a variety of functions, including emotion, behavior, motivation, long-term memory, and olfaction. [3] It appears to be primarily responsible for our emotional life, and has a great deal to do with the formation of memories.

Kesimpulannya, hampir mustahil tulisan tangan seseorang bisa dipalsukan secara sempurna.

CATATAN PENTING : Sebelum menyatakan tulisan tangan seseorang tersebut asli atau palsu, selalu dibutuhkan dokumen pembanding berupa spesimen tulisan tangan asli dari yang bersangkutan.

Source : Marc Seifer, PhD – Former Editor in Chief of the Journal pf The American Society of Professional Graphologist.

 

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *